PATUNG ANGGADA

 


Anggada atau Ngada adalah seorang senapati tentara wanara negara Kiskenda dalam pernerintahan Prabu Sugriwa. Ayahnya adalah Resi Subali, ibunya bernama Dewi Tara, putri Batara Indra. Subali dan Sugriwa, atas perintah dewa, telah menang dalam perang melawan Prabu Mahesasura, raja Kiskenda, dengan seluruh balatentaranya. Sesudah peristiwa Kiskenda, Sugriwa dikawinkan dengan Dewi Tara dan dinobatkan menjadi raja.

Kerajaarn Kiskenda dihadiahkan kepadanya. Atas "hasut-fitnah Prabu Dasamuka/Prabu Rahwana, negeri Kiskenda diserang Subali, karena merasa, bahwa kemenangan atas Kiskenda, Subali-lah yang melakukannya. Prabu Sugriwa dengan tentaranya terpaksa meninggalkan negaranya. Subali akhirnya menduduki Kiskenda dan memperistri Dewi Tara. Dalam perkawinan ini lahirlah wanara Anggada.

Sugriwa dapat kembali menduduki Kiskenda setelah Subali dapat dibinasakan oleh Sri Rama. Anggada tetap mengikuti ibunya, Dewi Tara, yang kembali menjadi istri Sugriwa Dalam lakon "Anoman Duta", Anggada sangat iri hati atas pengangkatan Anoman, saudara-sepupunya, sebagai duta ke Alengka untuk menyelidiki tempat disembunyikannya Dewi Sinta, isteri Rama (Suwandono, Dhanisworo, & Mujiyono, 1979, hal. 26).


Komentar