PATUNG ANOMAN

 


Anoman disebutjuga Hanuman, Anuman (Wayang Bali) atau Maruti, dalam kisah Ramayana juga dikenal atau mempunyai julukan (dasanama), antara lain:

 Anjaniputra berarti Dewi Anjani.

 Anoman dalam cerita Purwacarita/Purwakanda/Pedalangan.

 Bayudara berarti putra Batara Bayu.

 Bayusiwi berarti putra Batara Bayu.

 Guruputra berarti putra Batara Guru.

 Handayapati berarti mempunyai pengaruh/kekuatan yang sangat besar.

 Yudawisama berarti panglima perang.

 Kapiwara berarti raja wanara/kera/kapiswara.

 Mayangkara berarti gelar setelah menjadi pendeta/Begawan.

 Haruta berarti kata angina.

 Maruti yang dikenal dalam Kisah Mahabrata.

 Palwagaseta berarti wanara/kera putih.

► Prabancana berarti angina.

► Ramandayapati berarti putra angkat Rama.

► Sanggana/Senggana dalam cerita Purwacarita/Pedalangan

► Suwiyuswa berarti panjang usia.

Anoman adalah salah satu tokoh yang hadir baik dalam kisah Mahabarata maupun Ramayana. Dalam kisah Mahabrata, Anoman menaklukan ego Bima dan kereta perang Arjuna dalam Baratayuda menggunakan gambar Anoman. Dalam Ramayana, Anoman menempati salah satu posisi utama protagonis dalam cerita Ramayana. Anoman dalam kisah Ramayana versi Walmiki-lndia dikisahkan sebagai salah satu pemuja Rama sebagai awatara Wisnu. 

Hal tersebut ditunjukan ketika Rama menanyakan Anoman, apa yang dimintanya sebagai ucapan terima kasih atas jasanya. Anoman membelah dadanya dan menunjukkan Rama dan Sita disana, sebagai simbol kesetiaan dan fokus kewajiban hidupnya untuk melayani Rama.

Anoman mempunyai watak dan kepribadian yang sangat menonjol pemberani, sopan-santun, tahu harga diri, mengerti kediriannya, setia prajurit pahlawan perang yang uiung, sangat waspada, pandai berlagu, merendahkan diri/rendah hati/ anoraga (jawa) teguh dalam pendirian, kuat, tabah, sangat sakti dan dianugerahi dengan usia yang sangat panjang. Anoman dalam Pewayangan Jawa ditandai dengan wujud kera berbulu berwarna putih (wanara petak) dengan memakai/mempunyai atribut khusus, yaitu :

1.Hiasan kain (pupuk) Jarot asem ngrawit

2Penutup kepala (gelungan) Minangkara berbentuk supit urang (capit udang).

3. Menggunakan kain kampuh Poleng berwama: merah, hitam dan putih. Dalam wayang Bali, Anoman menggunakan kain poleng hitam-putih saja, sama dengan Bima.

4.  Hiasan bahu (kelatbahu) Sigar Blibar berwujud seperti buah mang is muda dibelah menjadi dua sama besar.

5. Gelang/binggel Candradimurti dan

6. Ikat pinggang Oyot Mimang (akar mimang) (Suwandono, Dhanisworo, &  Mujiyono, 1979).

Dalam pewayangan Bali, Anuman adalah putra Dewa Bayu dengan ibunya Dewi Anjana (dalam cerita Wayang Bali disebut Anjani). Anuman dianugrahkan kekuatan oleh Dewa Brahma bahwa tidak mati oleh senjata apapun. Anuman bertemu dengan Sri Rama dan menunjukkan bakti dan pengabdiannya antara lain:

► Sugriwa diperkenalkan dengan Rama, Laksamana oleh Anuman sehingga terjalinlah persahabatan.

► Anuman menjadi utusan, panglima dan abdi yang setia Sri Rama

► Dalam pencarian Dewi Sita. Anuman menemukannya di taman Asoka kerajaan Lengka.

► Anuman merusak taman Asoka hingga hancur.

► Anuman direbut oleh para raksasa anak buah Rahwana, tetapi banyak yang dibunuh oleh Anuman diantaranya Aksa putra Rahwana.

Atas perintah Rahwana setelah Anuman tertangkap oleh Indrajit, Anuman dibenamkan ke dalam minyak lalu dibakar.

► Anuman dalam keadaan terbakar, menggunakan api di tubuhnya untuk membakar rumah di sekitar Istana dan kota Alengka. Anuman kembali menghadap Sri Rama dengan menunjukkan sebuah permata sebagai bukti telah bertemu dengan Dewi Sita.

Peran pentingnya juga dikisahkan ketika perang berkecamuk antara pasukan Rama dan Rahwana, Laksmana terluka akibat serangan Indrajit. Sesuai petunjuk, obatnya adalah latamahosadi yang terletak di gunung Himawan- Anoman ditugaskan untuk mencarinya. Karena tidak mengetahui bentuk obat Latamahosadi tersebut, maka Anoman mengangkat Gunung Himawan dan mempersembahkannya kepada Wibhisana, untuk memetik Latamahosadhi tersebut (WiNaya, 2012).


Komentar