Berata
adalah saudara tiri Rama, anak dari Dewi Kekayi, istri ketiga Prabu Dasarata
ayahanda Rama. Nama Berata atau Bharata adalah nama pemberian Baghawan Wasista.
Ketika lbunya meminta Berata untuk menjadi raja, Berata menolaknya. Ketika
kematian ayahandanya yang upacaranya dipimpin oleh Pandita Wismamitra, Berata
menolak unsuk menggantikan posisi Rama sebagai putra tertua. Karena pada waktu
itu Rama pergi ke hutan, atas permintaan Dewi Kekayi.
Berata mencari kakak
tirinya Rama ke dalam hutan, setelah pembakaran jenazah mendiang ayahnya Prabu
Dasarata. Setelah bertemu kakaknya, Bharata menyerahkan kerajaan ke Rama, ahli
waris yang berhak dan anak yang paling tua. Permintaan Berata ditolak Rama
dengan alasan menghormati keputusan Ayahnya. Berata kembali ke Ayodya
menganggap diri sebagai wakil Rama, karena diberi nasehat kepemimpinan yang
berbunyi:
"Prihen
temen dharma dumaranang sarat, saraga Sang sadhu sireka tutana tan artha tan
kama pidonya tan yasa, ya sakti sang sajjana dharma raksaka.''
Terjemahan Tegakkan
slalu dharma dalam kehidupan di dunia, orang-orang bijaksana hendaknya
dijadikan panutan, bukan harta, nafsu atau kemasyuran, keberhasilan yang
sungguh bijak adalah karena mampu memahami hakekat dharma dalam kehidupan di
dunia ini.
Ketika
akan kembali ke Ayodya, Berata diberikan 'Paduka' oleh Sri Rama. Paduka adalah
sejenis sandal dari kayu (terompah) Sri Rama yang ditempatkan di bawah
Singgasana Ayodya, sebagai simbol bahwa pemerintahan dipegang oleh Sri Rama.
Karakter Berata yang menonjol adalah cintanya ke Rama, taat aturan dan
komitmen.
Komentar
Posting Komentar