PATUNG CANDRAWATI

 


Tokoh Candrawati adalah permaisuri Sutasoma dalam kisah Purusadha Shanta (mendamaikan Purusadha) karya Mpu Tantular pada abad ke-14. Candrawati adalah sepupu Sutasoma dari pihak Ibunya. Candrawati adalah Putri dari Candrasingha dan saudara kandung dari Dasabahu. Perkawinan Sutasoma dengan Candrawati atas petunjuk Begawan Sumitra.


Silsilah di atas menunjukkan bahwa Candrawati adalah sepupu pertama Sutasoma, putri saudara laki-laki ibunya, dan pernikahannya adalah pernikahan antar sepupu. Pentingnya ikatan keluarga ini kemudian ditegaskan kembali ketika Dasabahu menggunakan perkawinan antar sepupu ini untuk menguatkan hubungan kekuasan antar dua kerajaan. Hubungan ini tampak seperti hubungan dalam budaya Jawa kuno, karena kakawin ini tidak memiliki dasar yang diketahui dalam sastra India.

Ada referensi lain tentang keinginan menikahi sepupu dalam Kisah Sutasoma. Saat menuju kerajaan Kasi, Sutasoma dan Dasabahu melewati kerajaan Awangga yang sepi. Dasabahu menjelaskan bahwa dia telah menghancurkan negeri itu dan mengalahkan rajanya Dewantaka dalam pertempuran. Ketika Sutasoma menanyakan penyebab pertempuran, Dasabahu menjelaskan bahwa penyebab perselisihan itu adalah istrinya sendiri, Puspawati, putri raja Malawa, dan sepupu pertama Dasabahu dari pihak ibunya. Adik laki-laki Dewantaka, Raja Kosa dari Magadha, telah meminta Puspawati untuk menikah. 

Akan tetapi ayahnya sangat marah karena Kosa bukan kerabatnya, sehingga segera menikahkan wanita muda itu dengan Dasabahu. Hal tersebut menunjukkan penekanan pentingnya garis keluarga dan keinginannya untuk memperoleh menantu yang masih kerabat. Dewantaka, yang sudah direndahkan oleh saudaranya, kemudian mencari bantuan saudara perempuan Dasabahu, Candrawati, dengan mengawinkannya. Dasabahu, yang bermaksud agar adiknya menikahi Sutasoma, menolak. Akibatnya terjadi pertempuran sengit di mana Dewantaka dan Kosa dikalahkan oleh Dasabhu (Creese, 2015, hal. 126).


Komentar