Sang Kala Ngadang
diwujudkan dalam wujud raksasa bersenjatakan cakra, sama dengan patung I Ratu
Nyoman Pengadangan di sebelahnya. Sang Kala Ngadang menurut Lontar Tutur Wiksu
Pungu bertempat di uttara desa (sebelah utara desa) yang menuntun manusia untuk
berjalan di jalan raya tanpa arah (melamun), senang mendengar lagu-lagu,
tetabuhan sambil berjalan sehingga lupa tujuan, senang melihat pertunjukkan
taritarian dan keramaian sehingga lupa akan diri.
Sang Kala Ngadang menuntun
manusia agar lari dari kenyataan hidup, larut dari ilusi dunia fanaMaka dari
itu dalam empat pengendalian untuk mengheningkan diri (catur brata penyepian)
dalam rangkaian tahun baru Saka di Bali, dikendalikan malalui Amati Lelungan
(tidak bepergian kemana-mana). Simbol agar manusia tidak larut dalam ilusi atau
dunia khayal yang disebabkan oleh dunia fana, sehingga lupa pada tujuan dan
kenyataan hidup di dunia.

Komentar
Posting Komentar