Yudistira
adalah anak sulung dari Kunti, kakak tertua dari lima bersaudara (Panca)
Pandawa, protagonis dalam Kisah Mahabrata. Prabu Yudistira
didalam ceritera Jawa adalah raja kerajaan Mretani, Negara
tersebut didalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat
angker. Para Pandawa dalam membuka hutan Mretani menghadapi musuh
yang tak nampak, sehingga mengalami rintangan-rintangan yang sangat gaib.
Tetapi berkat Lenga Jayangkaton yang didapat Pernadi/Wijanarka
dari pemberian begawan Wilwuk, maka terbukalah penglihatan para Pandawa.
Mretani merupakan kerajaan besar yang sangat megah dan kuat.
Penaklukan
negara tersebut harus ditempuh melalui peperangan yang sangat dahsyat. Senapati
Mretani Arya Dandunwacana tewas dan menjelma dalam diri Bima dan Arya
Danajaya binasa oleh Arjuna serta bersatu dalam dirinya. Setelah
dikalahkan Pandawa, Prabu Yudistira kemudian menyerahkan seluruh
negaranya beserta isinya kepada Puntadewa, sulung Pandawa, putra Prabu
Panduiewanata dengan permaisuri Dewi Kunti. Prabu Yudistira
menjelma dalam diri Puntadewa. Puntadewa dinobatkan menjadi raja
bergelar Prabu Yudistira. Negara baru tersebut kemudian diundangkan
sebagai kerajaan Amarta/Amreta atau Endraprasta
Dalam
kitab Mahabarata, Yudistira disebutkan sebagai putra Pandu
dengan Dewi Prita/Kunti yang sulung. Ia lahir keluar dari ubun-ubun.
Oleh karena itu ia bernama: Puntadewa, yang berarti: pusat keluhuran. Yudistira
adalah raja prajurit (Mahabamta), tetapi pedalangan Jawa
menceriterakan bahwa Yudistira seolah-olah tidak mengenal senjata dan
perang.
didalam
Mahabarata, Dewi Drupadi adalah isteri Pandawa Lima
(poliandri) dan berputra lima orang dari mereka masing-masing, di Jawa
suami Dewi Drupodi hanyalah Yudistira/Puntadewa, dan berputra
seorang bemama Pancawala.
Yudistira
mempunyai watak: sabar, ikhlas, percaya atas kekuasaan Tuhan, tekun dalam
agamanya, tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. la adalah
titis Batara Darma, Dewa Keadilan, karenanya iapun bergelar Prabu Dar- makusuma.
Yudistira termashur pandai bermain catur. Ia benar-benar mendudukkan
dirinya padatempatnya sebagai saudara yang tertua dari para Pandawa.
Dalam perang Baratayuda ia maju kemedan perang berhadapan dengan senapati Astina/Kurawa:
Prabu Salya, raja negara Mandaraka.
Setelah dapat membinasakan aji
Candabirawa tanpa perlawanan, dengan mudah ia dapat mengalahkan Prabu
Salya. Prabu Yudistira berhasil mengadakan. Aswameda, yaitu:
sesaji kuda yang selalu dilakukan oleh seorang raja besar. Aswameda
dilaksanakan dengan cara melepaskan seekor kuda selama setahun clan diikuti
sepasukan prajurit pengawal kemana saja kuda Itu pergi.
Kuda tersebut tidak
boleh diganggu oleh siapapun juga sepanjang perjalanannya. Setelah setahun,
kuda itu kemudian dipersembahkan sebagai sesaji. Yudistira mengadakan Aswameda
untuk menyelidiki seberapa jauh dan seberapa besar kewibawaannya. Prabu
Darmakusuma berhasil mengadakan Aswameda, sehingga keagungannya
diakui oleh raja-raja sedunia. la mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung dan
disebut dengan nama: Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bemama: Kyai Karawelang.
Sehabis Baratayuda
ia mengadakan sesaji besar untuk menghormati arwah- arwah para pahlawannya yang
gugur dimedan perang.
Kemudian Yudistira naik takhta dinobatkan sebagai raja negara Astina,
dilantik dengan gelar Prabu Kalima- taya/Karirnataya. Ia
memerintah dengan bijaksana adil dan penuh kejujuran. Usaha- nya untuk
membangun kembali negara Astina yang hancur karena perang, berhasil,
sehingga kehidupan masyarakat dan rakyatnya dengan pesat menanjak menuju ke
kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan. Setelah menobatkan Parikesit, putra Abimanyu
dengan Dewi Utari, sebagai mahara- ja Astina, ia menginginkan moksa.
la
mernimpin perjalanan para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi
menuju ke Tepet- loka. Seorang demi seorang adik-adiknya jatuh meninggal dalam
perjalanan itu. la terus berjalan diiringi anjingnya, yang sebenarnya adalah
penjelmaan Batara Dharma. Dengan melalui segala
rintangan akhimya ia masuk sorga dengan raganya. Kemudian para Pandawa dengan Dewi
Drupadi beserta Dewi Kunti dan Karna ikut serta mendapatkan
sorga dan berkumpul untuk selama-lamanya.
Komentar
Posting Komentar