Sita
adalah salah satu tokoh utama protagonis dari cerita Ramayana, pasangan
Rama-Sita menjadi lambang cinta dari dunia kuno. Sita
dalam cerita pewayangan Jawa dinamakan Dewi Sita/Dewi Sinta adalah putri prabu
Janaka raja negara Mitila/Matili/ Mantili/Mantilireja. Sita adalah
titisan Dewi Sri/Dewi Widawati isteri Wisnu, yang menemani awatara
Wisnu turun di dunia.
Menurut
Serat Rama karangan Ki Yasadipura, Dewi Sita dilahirkan secara
wajar. Didalam kitab Ramayana, ia lahir dari tanah sawah yang dibajak. Purwacarita
menceriterakan, bahwa Dewi Sita dilahirkan oleh Dewi Tarki,
permaisuri Prabu Rahwana. Oleh karena Rahwana mengidamkan
memperisteri Dewi Sri, dan Dewi Sita adalah titisan Dewi
Widawati, maka Wibisana sangat khawatir, bahwa kelak Dewi Sita
akan diperisteri oleh Rahwana.
Hal ini berarti merusak norma dan tata
nilai perkawinan, karena Prabu Rahwana adalah ayahnya sendiri. Maka Dewi
Sita-pun dibuanglah/dilarung ke sungai Gangga, hanyut mengikuti
aliran sungai dan akhirnya diketemukan oleh raja Matili, Prabu Janaka, Setelah
Dewi Sita dewasa, Prabu Janaka mendapat ilham, bahwa putrinya
tersebut adalah titisan Dewi Widawati/Dewi Sri (isteri Wisnu),
maka sebagai suaminya harus dikawinkan dengan titisan Wisnu pula.
Untuk mencari titisan Wisnu, Prabu Janaka mendapat bisikan Dewa supaya mengadakan sayembara: Barangsiapa dapat merentangkan busur pusaka Matila dan melepaskan anak panahnya hingga merobohkan pohon tal berjajar tujuh sekaligus, dialah titisan Wisnu.
Sri Rama dengan Laksmana serta
pendeta Wismamitra datang memasuki sayembara tersebut dan berhasil
memenangkannya. Dengan demikian bersatulah titis Sri dengan titis Wisnu,
karena Sri Rama adalah titisan Wisnu
Rama
kemudian dikawinkan dengan Dewi Sita dan diboyong ke Ayudya. Setibanya
di negara tersebut Rama dinobatkan menjadi raja, sedang Prabu
Dasarata, ayahnya menjadi begawan. Dewi Sita diangkat menjadi
permaisuri.
Dewi Kekayi permaisuri Prabu Dasarata, menuntut
kepada Prabu Dasarata dengan menagih janji agar putra yang
dilahirkannya, yaitu Barata, dinobatkan sebagai pengganti raja Ayudya
seperti perjanjian yang pernah diucapkan Dasarata ketika akan
memperisterikannya.
Rama mengetahui pertentangan antara ayah dengan ibu
tirinya, lalu pergi meninggalkan istana dan negara, bersama Dewi Sita
dan Laksmana guna menenteramkan ketegangan kerabat kraton dan
keluarganya.
Rama, Sita dan Laksamana kemudian mengadakan pengembaraan didalam
hutan Dandaka. Dengan peristiwa Dewi Sarpakenaka, Rahwana
kemudian membuat siasat untuk menyingkirkan Rama dan Laksmana
dari Sisi Dewi Sita dengan tipu muslihat Kijang Kencana penjelmaan Kala
Marica.
Sita dapat diculik Prabu Rahwana dan ditempatkan di
Argasuka, tama kerajaan Alengka, yang terkenal dengan nama Taman Soka. Rama
mengetahui penculikan Sita setelah bertemu dengan seekor Rajawali besar
bernama Jatayu, yang pada saat itu menghadapi ajalnya. Jatayu
kalah untuk merebut kembali Dewi Sita dari tangan Rahwana.
Setelah dapat
membinasakan Subali, Sugriwa bersedia membantu Rama untuk mmebut
kembali Sita dari tangan Rahwana dengan dibantu pasukan permg wanara
kerajaan Kiskenda. Rama kemudian mengirim duta penyelidik kerajaan
Alengka yaitu Anoman dan berhasil menemukan Sita di Taman Soka. Dalam
penhanan tersebut Sita mendapat seorang pengasuh dan pembela, yaitu Trijata;
putri Wibhisana. Penculikan Sita
mengakibatkan.
antara Rama
bersama pasukan Kiskenda dengan kerajaan Alengka, dengan kemenangan di pihak
Rama. Rahwana binasa di tangan Rama di medan pertempuran itu,
Setelah perang selesai, Dewi Sita diuji kesuciannya dengan api pancaka. Dewi
Sita tak terbakar api yang menjilat tubuhtnya, sehingga dengan demikian
terbuktilah, jasmaninya tetap suci.
Sesudah
dapat membuktikan kemumiannya, Dewi Sita kemudian diboyong kembali Jre
negaraAyudya. Sri Rama bmbali menduduki singgasana, kerajaann
atas penyerahan Bharata sesuai dengan janjinya. Dalam perkawinannya,
Rama-Sita dianugerahkan dua orang,putra.
1.
Lawa/Ramabatlawa dan
2. Kusa/Ramakusa
Dalam
Kisah Ramayana versi Walmiki dikisahkan sebagai berikut: Sehabis perang
Alengka, Dewi Sita dapat bertemu kembali dengan Sri Ramal. Rama
sangsi atas kesucian isterinya dan kemudian diuji dengan api pembakaranSetelah
lulus dengan cobaan yang sangat berat itu, 'Dewi Sita akbimya diterima
kemmbali oleh suaminya dan dibawa ke Ayudya. Tetapi menjadi permaisuri
kerajaan Ayudya.
Selama di istana Rama-Sita hidup sebagai suami
isteri, tetapi Sinta sepanjang waktu masih juga diliputi keragu-raguan
dan kesangsian terbadap kesucian Sita, kemudian disingkirkan dari kraton
Ayudya dan ikut seorang pendeta.
Di pertapaan tersebut Sita kemudian melahirkan
dua orang putra kembar. Oleh sang pendeta keduanya diberi nama: Lawa dan
Kusa. Setelah keduanya dewasa, Kusa dan Lawan lalu menuntut keadilan
dengan jalan memerangi Rama..
Rama akhimya kalah dan
mengakui kedua orang tersebut sebagai putranya. Tampuk pimpinan kerajaan Ayudya
kemudian diserahkan kepada Lawa. Kusa dinobatkan menjadi raja di negara Mantili,
negara ibunya. 
Sri Rama dengan putra-putranya kemudian menjemput Sita
ke pertapaan di hutan dan dibawa kembali ke istana Ayudya. Sita
mencerminkan wataknya sebagai seorang putri yang setia, jatmika dan suci
tri-laksita (ucapan, pikiran dan hati)-nya.

Komentar
Posting Komentar