PATUNG SANG KALA WISAYA

 


Sang Kala Wisaya diwujudkan dalam wujud raksasa bersenjatakan Mosala pada tangan kiri dan ayam jago pada tangan kanan. Sang Kala Wisaya menurut Lontar Tutur Wiksu Pungu bertempat di purwa desa (sebelah timur desa) yang menuntun manusia untuk melakukan perjudian sebagai hiburan, suka bertaruh menang-kalah secara habis-habisan, mengadu ayam (tajen) sampai lupa diri dan abai terhadap kewajiban sebagai manusia serta hilang kendali ketika kalah, habis uangnya atau dilarang oleh sanak keluarga.

Sang Kala Wisaya menuntun manusia agar larut dalam kesenangan dunia judi. Maka dari itu dalam empat pengendalian untuk mengheningkan diri (catur brata penyepian) dalam rangkaian tahun baru Saka di Bali, dikendalikan malalui Amati karya (tidak melakukan aktivitas kerja). Simbol agar manusia tidak larut dalam kehidupan spekulatif, tidak berdasar nalar dalam bertindak dan mengambil keputusan, mementingkan kesenangan diri serta melupakan kewajiban utamanya dalam hidup.


Komentar